Selasa, 27 Maret 2012


Cowok ku melirik Laki-Laki Lain
Aneh, adalah kata yang akan terucap pertama kali ketika mendengar ungkapan “Cowok Ku melirik Laki-Laki lain. Suatu hal yang aneh bagi sebagian besar orang ini, merupakan hal yang wajar bagi kaum Biseksual khusunya Homoseksual. Hal ini sudah banyak terlihat dan terbukti dengan pemberitaan di media massa mengenai perbuatan criminal yang didasari hubungan sesame jenis. Homoseksual merupakan sebutan bagi mereka (gay atau lesbian) yang memiliki orientasi seksual kepada sesama jenisnya sedangkan Biseksual adalah orientasi seksual kepada dua jenis kelamin. Di Indonesia sendiri secara budaya dan agam, hal ini tidak dibenarkan namun beberapa Negara besar lainnya membenarkan hal ini. Seperti beberapa Negara bagian di Amerika, Eropa dan belanda. Dalam kajian Psikologi sendiri perilaku Homoseksual bukanlah sebuah perilaku Abnormal, sebab para kaum Gay juga ternyata mengalami kondisi emosional yang normal maksudnya bahwa gay dalam menjalin hubungan tidak hanya mengutamakan hubungan biologis (Seks) tetapi juga hubungan emosional dan juga dapat mengalami kebahagiaan dari percintaan atau hubungan yang mereka jalani.
Banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya sebab terjadinya perilaku menyimpang tersebut. Banyak ahli yang kemudian menawarkan teori mereka, baik itu kajian Kognitif dan Biologis, tetapi yang sampai saat ini dapat diterima adalah bahwa penyebab perilaku homoseksual terjadi adalah pengaruh interaksi sesorang dengan lingkungan sosialnya. Alfred Kinsey mempelopori skala oerientasi seksual yang menggambarkan orientasi seksual manusia bergerak dari Heteroseksual menuju Homoseksual. Hal ini berarti dalam sepanjang kehidupan seseorang skala ini dapat bergerak atau tetap tergantung pada hasil interaksi social seseorang. kasus “Cowok ku melirik Laki-Laki lain” merupakan sebuah fenomena Homoseksual terselubung. Belum banyak Kaum Homoseksual yang berani menunjukkkan identitas mereka akibat lingkungan yang tidak mendukung.perilaku homoseksual kemudian menjadi perilaku yang disembunyikan untuk menjaga nama baik di tengal lingkungan pergaulan dan masyarakat. Salah satu cara menutupinya adalah dengan mencari pasangan lawan jenis. Kasus ini tidak hanya terjadi pada laki-laki (gay) tetapi juga perempuan (Lesbian). Mereka menjalin hubungan pacaran bahkan menikah dengan lawan jenisnya untuk menutupi kedok, padahal dibalik itu mereka mempunyai partner intim  sebagai pasangan homoseksual.  Kesan yang kemudian timbul adalah bahwa mereka kaum Biseksual, tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar sebab kaum biseksual tidak akan mencari lagi pasangan seksual lain sebab mereka cukup terpuaskan dengan pasangan seksual yang dimilikinya.
Apa sebenarnya penyebab perilaku seksual menyimpang selanjutnya menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Berikut beberapa sebab perilaku seks menyimpang jika dikaji dari sisi pengaruh lingkungan:
1.       Seseorang yang mengalami pelechan seksual oleh orang yang lebih dewasa ketika kecil. Banyak anak laki-laki dalam pemberitaan media massa menjadi korban sodomi oleh pemuda yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terjadi secara berulang sehingga membentuk pola perilaku dan kesan seksual kepada seorang anak. Awalnya anak yang belum mengalami identifikasi gender kemudian lengsung terisi dengan orientasi seks menyimpang
2.       Coba-coba. Dalam beberapa penelitian di Amerika menjelaskan banyak remaja dalam tahun pertama mencoba menjadi biseksual untuk menyalurkan hasrat seksual mereka. Dalam usia perkembangan remaja, remaja mengalami lonjakan pertumbuhan biologis utamanya sekresi hormone seksual yang menimbulkan keinginan yang besar untuk mencari pasangan seks yang tepat untuk menyalurkan hasrat seksual mereka. Dalam beberapa kebudayaan yang melarang hubungan seksual sebelum menikah juga kemudian menjadi pemicu terbesar remaja memilih pasangan seksual dari jenis kelamin yang sama, guna mencegah pandangan buruk masyarakat dan perkawinan.
3.       Konformitas dan Lingkungan pergaulan semasa kecil. Lingkungan pergaulan dalam hal ini lebih menekankan pada orang-orang dari jenis kelamin yang berbeda bargaul secara erat dan membentuk identifikasi gender. Maksudnya adalah dalam beberapa kasus, banyak anak laki-laki atau perempuan bergaul dan bermain dengan teman yang berbeda jenis kelamin. Misalnya saja seorang anak laki-laki yang berteman dan bermain dengan anak perempuan, kemudian akan membentuk minat dan perilaku yang sama dengan temannya. Dari hal tersebut anak kemudian akan melakukan identifikasi gender, dan mulai merasa bahwa dirinya adalah sama dengan teman perempuannya yang lain yang membuatnya merasa kurang nyaman dengan identitas kelaminnya sebagai laki-laki.
4.       Adanya kesalahan identifikasi gender akibat kekecewaan dalam berhubungan dengan orang lain. Banyak pria maupun wanita Yang mengalami kekecewaan saat menjalani hubungan dan kemudian beralih menjadi homoseksual. Kemungkinan ini meskipun sangat kecil, tetapi benyak terbukti bahwa ketika sesorang kecewa dan menemukan tempat yang nyaman untuk berbagi, perlahan akan beralih orientasi kepada orang yang dekat dengannya tersebut meskipun sesame jenis kelamin.
5.       Beberapa penelitian terakhir berfokus pada pengaruh genetik, yang jika ditemukan kebenarannya akan menjadi penemuan besar dalam bidang psikologi. Banyak orang yang mengalami homoseksualitas meskipun tidak berinteraksi dengan pengalaman seks menyimpang sehingga menimbulkan asumsi adanya pengaruh genetic terhadap perilaku seks homoseksual.(vic)


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost